Bait Perindu
Warsa telah berganti
Hariku kini tak sama lagi
Sepi… sunyi… tanpamu di sisi
Wahai, kau sang penyemai mimpi
Masihkah kau ingat caramu kala membangunkanku yang rapuh ini?
Masih tersisakah keramahanmu yang tiada bertepi?
Masih adakah kelembutanmu yang tak pernah alpa memanduku bersujud pada Sang Maha Sejati?
Tak percayakah kau, bahwa tutur lembutmu bak mantra bagiku?
Untaian kata yang kau kira angin lalu, kini selalu memanduku
Menghilangkan ragu, mengenyahkan pilu, menghancurkan batu hatiku
Menjadi nirmala di tengah kotornya kalbuku
Pesan yang kau ungkap waktu itu, senantiasa terniang merdu
Membuatku mengharu biru
Seolah kau memelukku sepanjang waktu
Aku tahu, bait ini hanyalah serpihan SAMPAH yang membuatmu jengah
Tak lebih dari teriakan seorang yang kalah
Dari manusia yang tak sudi dianggap lemah
Tuhan… jelaskan padaku
Salahkah aku bila mendamba makhluk ciptaan-Mu?
Berdosakah aku jika kupinta dia untuk mendampingiku
Sebelum hamba kembali ke haribaan-Mu.
1 mins
